di suatu pagi yang cerah, dg semangat 45 (halah) wiji dan wija menyusuri jalan menuju yos sudarso. pinginnya sih try out um ugm. ternyata suratan takdir berkata lain. di dekat sarkem pengennya belok ke timur mengitari gardu pln (ya gak sih). berhubung ada bus, ya udah motornya gak bs belok, akhirnya malah menuju barat jalan arah malioboro. hmmm pengennya belok, di dekat teteg kereta api. dah belok, hiks pak polisi kok rajin banget yah pagi2 dah berjaga. dengan santainya mendekat…oh tidak, pak polisi ternyata ingin menjamu kamu di kantornya yang mungil, indah dan sering disapu oleh pak polisi yang baik hati, tidak sombong, rajing menabung, dan rajin membantu ibu di rumah. deg…deg…
mau gak mau…kaki ini mengayunkan langkah ke pos mungil itu. tilang….yap itulah yang terngiang2.padahal kami tahu kalo kami tuh dah kesiangan dah prediksi telat eh ditambah lagi penghalang bwt sampai tujuan. dengan wibawanya pak polisi yang masih muda menceramahi kami……. mana stnk mana sim mana ktp…mana kartu pelajar….bla bla bla…..
jawabannya adalah MANA KAMI PUNYA, jantung bak berhenti ketika kerlingan mata pak polisi menusuk hati kami. tajam, dingin, dan …dan…dan…berwibawa.(ini yg nulis wija loh…bukan aku….) hmmm kupegang tangan wija..loh kok dingin. jangan2 berdarah dingin….mamalia kan berdarah panas….
ku jawab dalam hati, YA IYA LAH… soalnya pak polisi itu begitu besar…begitu hebat….begitu berwibawa meski tidak berewokan (hehe). jadi tersudutlah keberanianku di dalam hati yang paling dalam sedalam samudera yang terdalam (halah).
mulai deh wija mbleyer…..hmmm pertama anda kami tilang karena tdk membawa sim….kedua anda kami tilang karena berbalik arah di tempat yang tidak diperbolehkan. itu ada rambu2 dibaca…terlihat jelas…gak ketutupan pohon…..
eh tapi ya wii, mbleyer itu apa? masak nulis kyk gitu ak ga tahu, mbok diedit gitu loh yang halus, sprt budi pekertiku
(hoek)…….
cerita berlanjut. lanjutkanlah kisanak….
hmmm ketika kami dimintai kartu identitas…..kukeluarkan kartu pelajarku…..oh wiji ya….kamu wiji ya…mmm bukan…saya wija….lah ini….pak polisi jd bingung…hmmm bukan maksud kami merayu tapi kami pengen dendanya dikecilkan….pak…td kami pengen belok..tapi terhalang bus…jd ya…maunya puter lagi….Ya udah…yang itu tdk saya hiraukan.lupakan saja. sekarang masalahnya tinggal yang sim. harusnya 35 sekarang 20 saja. bs dibayar lewat bri.
waduh pak….kami tuh keburu telat nih pak…kami dah telat….Emang try outnya dimana?…..di kridosono pak…kami cuman bawa uang ini pak…..dengan malunya kami ngeluarin uang nrecehan dan seribuan,,,,kami kumpulin jadi satu……pak cuman ini yang kami bawa….trus nanti di jalan kami gimana pak kalo ada apa2.
ternyata pak polisi gengsi nrima uang recehan……hmmm ya udah ini ditanda tangani dulu….Tapi itu nanti dikemalikan kan pak……Iya saya kembalikan…Bener kan pak…..Iya,,,,tapi ditandatangani dulu……akhirnya pak polisi mengembalikan stnk dan identitas….Besok lagi rambu2 dilihat ya dek….mbuat sim…kalau ada apa2 di jalan gimana…ya udah silakan try out…
lega….makasih ya pak….kami keluar dr pos kecil itu….pak polisi nyindir…Assalamu’alaykum….ucapnya…..kami nengok ke belakang…wa’alaykumussalam…….hmmmm sudah jatuh tertimpa tangga….tatapan kami terarah pada ban…hmmmm kok anginnya habis…bannya kempes….berhubung keburu telat kami tak sempat tuk nambal…akhirnya cuma dipompa….hmmm sampailah pada tempat yang ingin kami tuju.yos sudarso,
perjalanan panjang yang penuh halangan, rintangan, dan tantangan bagai perjalanan ke barat yang dilakukan oleh sun go kong dkk. bedanya kita perjalanan ke utara. meski kita telat selama beberapa windu menit, namun kami tetap memeiliki muka untuk masuk ke dalam ruang. sebelum masuk ruang pun kami terombang-ambing di lorong2 kelas yang suram, panjang dan menakutkan. hak kami untuk di kelas F pun kandas karena telah banyak manusia lain yang mengisi kelas itu
oh… akhirnya setelah bingung bbrp lama kami masuk ke dalam sebuah ruang dengan banyak BANGKU KOSONG. bagai judul film misteri yg tidak ingin kami tonton. kami duduk di bangku terbelakang meskipun kami menyadari betul kalau kami bukan orang terbelakang maupun terdepan, ya tengah2 lah.
pemikiran berlanjut dan ada sebuah message mendarat di kursiku yang berisi “KAMU NGERJAIN BIOLOGI AKU MATEMATIKANYA” dan dengan senang hati saya menjawab “BOLEH”. untuk kali pertama kami melakukan cooperation dengan sangat lancar tanpa kendala satu apapun. karena kami menyadari penuh, kalau hasilnya jelek kami tidak tahu harus begaimana menyimpan muka kami. di balik baju pasti diketawain, pake cdr ga berani, apalagi ga berangkat sekolah, wuih ga banget gitu loh. walaupun kami telat tiap detik yang kami lewati sangat efisien, efektif, dan tidak terlalu pusing mengerjakan soal. pengerjaan soal selasai dn kami sholat. trus menyiapkan fisik dan mental untuk menuntun sepeda motor kami yang bocor.
sepeda motor tlah sampai pada bengkel….ternyata rasa lapar mendera perut yang belum terisi sejak pagi….dengan jalan santai kami menyusuri lingkungan padmanaba tuk mencari sesuap nasi. tapi yang kami temukan adalah semangkuk mie di pinggir jalan…yah cukup lah bwt pengganjal perut….alhamdulillah kami menunaikan hak2 perut….
hmmm kami kembali ke bengkel……melewati sebuah rumah megah nan indah nan permai, kayaknya sih milik orang yang kuaya. kami mendiskusikan mengapa ada orang yang memiliki rumah yang besar bukannya itu mubadzir. di depan sebuah rumah besar kami membicarakan hal itu dan tiba2 sebuah bayangan hitam berkelebat di bahu kanan kami. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargh itu adalah anjing bulldog besar yang siap menerkam dan menggigit kami berdua. mungkin tersinggung kali ya kami mendiskusikan rumah besar yang muspro. di sepanjang pagar kami dikejar anjing itu yang berlari sambil jingkrak2, emangnya kmi tulang apa? ga sopan dan tidak penting mengejar kami seperti itu wong anjingnya di dalam pagar…..!!!!
awalnya aku mikir bayangan hitam tadi adalah mas yang ada di depan rumah. sebelumnya kami melihat masnya jg pake baju hitam. kami kan cuman lihat itemnya doang. awalnya berpikir ngapain tuh orang lari menubruk pagar dan mengagetkan kami….eh ternyata itu anjing….bukan pemiliknya……
sepertinya anjing itu girang sekali melihat kami orang yang kurus2 dikira tulang berjalan.karena wiji merasa terganggu setelah anjing itu menggeram wiji juga ikutan menmggeram, sama2 ga penting untuk dilakukan kaliya. kalo aku tertawa saja, mereka berdua lucu.( wah wija tuh fitnah,,,,,,pertama aku gak ngrasa kurus…..kedua…aku gak menggeram…yah gpplah….maklum kayaknya dia kurang obat…kehabisan sesaji)
(dibaca dg nada komentator bola) iya ternyata wiji tidak mengaku kalo dia mengeeram, kemudian melancarkan serang kedua dengan mengatakan kalo wija kurang obat dan akhirnya dia mengaku kalo tidak kurus, tet tet tet tet tet kekuatan scrafi, dengan begituakhirnya saya mengomentari apa yang wiji katakan, iya begitu bagus, iya , terus, iya ….ya… GOOOOOL!!!! ( lho?!)
harap maklum….karena ditulis dg dua penulis amatir yang berbeda sudut pandang jadinya isinya pun mempunyai dua macam sisi yang berbeda pula…..akhirnya……sampailah kita pada titik akhir yaitu pulang……………………………………………….1 April 2007